Lingkungan dan Iman: Edukasi Deep Ecology dalam Perspektif Ekoteologi di GBI My Home Tanjung Uban
DOI:
https://doi.org/10.69668/josep.v2i1.77Keywords:
ecotheology, deep ecology, ecosystem, environment and faithAbstract
Human survival with the existing ecosystem is experiencing imbalance. With data on increasing environmental damage as a call for all organizations to share the spirit of deep ecology which in this PkM is based on Ecotheology with the aim of fostering ecological awareness of the congregation through an ecotheological approach based on the Bible which takes place at GBI My Home Tanjung Uban. The activity was carried out by a team where lecturers and students from the Real Batam Theological College on April 26, 2025 as devotees. The method used is participatory education with a combination of counseling, theological discussions and direct practice of arranging church yards. The results of the activity showed an increase in the congregation's understanding of the relationship between faith and the environment, changes in mindset towards nature, and active involvement in maintaining the cleanliness and beauty of the worship space. So it can be concluded that the environment and faith are one in respecting the ecosystem as a creation in divine nature as a call for the spirit of natural balance and arrangement and continuity of life that coexist.
Abstrak
Keberlangsungan hidup manusia dengan ekosistem yang ada tengah mengalami ketimpangan. Dengan data yang kerusakan alam yang semankin meningkat sebagai seruan bagi semua organisasi untuk membagikan semangat deep ecology yang dalam PkM ini berpijak pada Ekoteologi dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran ekologis jemaat melalui pendekatan ekoteologi yang berlandaskan Alkitab yang bertempat di GBI My Home Tanjung Uban. Kegiatan dilaksanakan oleh tim dimana dosen dan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Teologi Real Batam pada tanggal 26 April 2025 sebagai pengabdi. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif dengan kombinasi penyuluhan, diskusi teologis dan praktik langsung menata pekarangan gereja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman jemaat terhadap hubungan antara iman dan lingkungan, perubahan pola pikir terhadap alam, serta keterlibatan aktif dalam menjaga kebersihan dan keindahan ruang ibadah. Maka dapat disimpulkan bahwa lingkungan dan iman adalah satu kesatuan dalam menghormati ekosistem sebagai ciptaan dalam kodrat ilahi sebagai seruan akan semangat keseimbangan alam dan penataan dan kelangsungan hidup yang berdampingan.
References
Afandi, A., Laily, N., Wahyudi, N., Umam, M. H., Kambau, R. A., Rahman, S. A., Sudirman, M., Jamilah, Kadir, N. A.,
Junaid, S., Nur, S., Parmitasari, R. D. A., Nurdiyanah, Wahyudi, J., & Wahid, M. (2022). Metodologi Pengabdian Kepada Masyarakat. Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.
Anggarista, R. (2020). Kritik Ekologi dalam Kumpulan Cerpen Cemara Karya Hamsad Rangkuti. Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra, Dan Pendidikan, 5(1), 56–65. https://doi.org/https://doi.org/10.51673/jurnalistrendi.v5i1.196
Apner, G. J. (2022). Gereja Eko-Misional: Sebuah Tawaran Teologi Misi Ekologi Berdasarkan Eko-Hermeneutik Terhadap Kejadian 1:27-28 dan 2:15. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 7(1), 171–183. https://doi.org/10.30648/dun.v7i1.659
Cahyo, A. A. R., Rengganis, R., & Sudikan, S. Y. (2024). Eksploitasi Lingkungan dalam Novel Misteri Hilangnya Penyu di Pulau Venu Karya Wini Afiati. Edukasi Lingua Sastra, 22(2). https://doi.org/10.47637/elsa.v22i2.1209
Data Bencana Indonesia. (n.d.). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Deane-Drummond, C. (2012). Teologi dan Ekologi (S. R. P. B. G. Mulia (Ed.)). PT BPK Gunung Mulia.
Drengson, A., & Naess, A. (2005). The Selected Works of Arne Naess. Springer Netherlands.
Facts about the nature crisis. (n.d.). UN Environment Programme.
Febryanto, A. (2016). Antropologi Ekologi. Kencana.
Inderasari, E. (2022). PEMERTAHANAN LINGKUNGAN DARI EKSPLOITASI KAPITALIS DI BUKIT BARISAN DALAM NOVEL SI ANAK PEMBERANI KARYA TERE LIYE (Environmental Protection from Capitalist Exploitation Along The Barisan Mountains in Tere Liye’s Novel Si Anak Pemberani). Kandai, 18(1), 112. https://doi.org/10.26499/jk.v18i1.2560
Jacobsen, K. A. (1996). Bhagavadgītā , Ecosophy T, and deep ecology. Inquiry, 39(2), 219–238. https://doi.org/10.1080/00201749608602418
Kondisi Lingkungan Hidup di Indonesia di Tengah Isu Pemanasan Global. (2021). Wahana Lingkungan Hidup Indonesia.
Moleong, L. J. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT. Remaja Rosdakarya.
Ohoiwutun, B. (2022). Agama dan Alam dari Perspektif Arne Naess. Media (Jurnal Filsafat Dan Teologi), 3(1), 1–12. https://doi.org/10.53396/media.v3i1.72
Pasaribu, J. (2024). Menimbang Sentral Pelayanan: Misi dan Tanggung Jawab Gereja Menghadapi Skandal. Jurnal Teologi Injil Dan Pendidikan Agama, 2(1). https://doi.org/https://doi.org/10.55606/jutipa.v2i1.268
Pasaribu, J., Candra Gunawan Marisi, Purba, D., Silaen, U., & Simanjuntak, T. B. M. (2025). Misi Dan Pelayanan Kesehatan Serta Pendidikan Di Desa Air Gelubi. Real Coster : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1–14. https://doi.org/10.53547/wmkhec96
Pitaloka, D. (2021). Implemetasi Hukum Lingkungan Internasional Dalam Hukum Nasional Indonesia. Journal Kompilasi Hukum, 6(2). https://doi.org/10.29303/jkh.v6i2.82
Robinson, D., & Igini, M. (2025). 15 Biggest Environmental Problems of 2025. Eart ORG.
Sidabutar, D. L., Prasetya, D. S. B., Sinaga, E., Siburian, E. D. B., Hia, A. M. R., & Ndruru, I. W. (2025). Sinergi Free the Sea dan Prodi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini Sekolah Tinggi Teologi Real Batam: Aksi Bersih Pantai Untuk Masa Depan Laut di Pulau Buluh. Real Coster : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 15–28.
https://doi.org/10.53547/6tf7bw45
UNEP, I. R. P. (IRP). (2024). Global Resources Outlook 2024. UN Environment Programme.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Journal Of Society Empowerment Publications

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.