Single Meaning, Multiple Context and Referents: Pendekatan Intertekstual terhadap Penggunaan Perjanjian Lama dalam Perjanjian Baru

Penulis

  • Gilbeth Pramana Saputra Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.69668/sejati.v2i2.156

Kata Kunci:

Intertextuality, Biblical Hermeneutics, Old Testament and New Testament, Sensus Plenior

Abstrak

Penggunaan Perjanjian Lama (PL) dalam Perjanjian Baru (PB) menimbulkan persoalan hermeneutik yang kompleks, terutama ketika satu teks PL dipahami memiliki makna yang konsisten tetapi diaplikasikan dalam konteks dan referensi yang beragam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan pendekatan makna tunggal dengan konteks dan referen jamak sebagai kerangka hermeneutik intertekstual dalam memahami relasi PL dan PB. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan hermeneutik-intertekstual melalui analisis teks Alkitab, kajian pustaka biblika, dan dialog dengan teori hermeneutika kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penulis PB tidak meniadakan makna asli PL, melainkan menafsirkan dan mengelaborasinya dalam terang konteks baru yang dibentuk oleh penggenapan kristologis dan wahyu progresif. Dengan demikian, satu makna tekstual dapat diekspresikan melalui berbagai konteks dan referensi tanpa kehilangan koherensi teologisnya. Kesimpulannya, pendekatan ini menawarkan model interpretasi yang bertanggung jawab dengan menjaga kesetiaan pada makna asli teks sekaligus mengakui dinamika pewahyuan dalam Kitab Suci

Referensi

Baker, M. (2016). “He Has Clothed Himself In Our Language”: The Incarnational Hermeneutic of Saints Ephrem The Syrian. In What Is The Bible?: The Patristic Doctrine of Scripture. Fotress Press.

Beale, G. K. (2015). Penggunaan Perjanjian Lama Oleh Perjanjian Baru. Literatur SAAT.

Bock, D. L. (1985a). Evangelicals and The Use of The Old Testament In The New Part 1. Bibliotheca Sacra, 142, 209–223.

Bock, D. L. (1985b). Evangelicals and The Use of The Old Testament In The New Part 2. Bibliotheca Sacra, 142(568), 306–319.

Brown, R. E. (1955). The Sensus Plenior of Sacred Scripture. Wipf and Stock Publishers.

Chia, P. S. (2000). Memahami Kitab-Kitab Perjanjian Lama Di Dalam Perjanjian Baru. Stiletto Indie Book.

Hartopo, Y. A. (2002). Doktrin Sola Scriptura . Veritas: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 3(1), 1–13. https://doi.org/10.36421/veritas.v3i1.77

Kaiser, W. C., Bock, D. L., & Enns, P. (2008). Three Views on the New Testament use of the Old Testament. Zondervan.

Longnecker, R. N. (1999). Biblical Exegesis In The Apostolic Period. Wm. B Eerdmans Publishing co.

Mihaila, C. (2022). Sensus Plenior in Evangelical Hermeneutics. A Possible Answer to The Issue of The Use of The OT in The NT. In Themes In Biblical Theology and Hermeneutics. Risoprint.

Moo, D. J. (1995). The Problem of Sensus Plenior. In Hermeneutics, Authority, and Canon (North Amer). Baker Books.

Nggadas, D. H. Y. (2015). Pengantar Praktis Studi Kitab-kitab Injil. Andi.

Nggadas, D. H. Y. (2018). Iluminasi, Eksegesis, dan Doa. BIA’: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen Kontekstual, 1(1), 39–55. https://doi.org/10.34307/b.v1i1.18

Sanjaya, V. I. (2012). Tradisi Kenabian: Relasi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dalam terang Dokumen Komisi Kitab Suci. Orientasi Baru, 21(2), 121–134.

Situmorang, S., & Sitohang, A. L. (2022). Relasi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru Menurut Ireneaus dari Lyon. Jurnal Publikasi Logos, 19(1), 10–19.

Tarigan, W. T., Bastanta, D., & Simanungkalit, H. (2023). Yesus dan Hermeneutik Gezerah Shavah (Tinjauan Teks Kontroversi Sabat). KERUGMA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 5(2), 1–14. https://doi.org/https://doi.org/10.2500/kerugma.v3i2.108

Vanhoozer, K. J. (2013). Apakah Ada Makna Dalam Teks Ini? Penerbit Momentum.

Yuliana, F. (2018). Redemptive-Historical Approach: Suatu Pendekatan Hermeneutis Injili Yang Kristosentris. Veritas: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 17(2), 147–161. https://doi.org/10.36421/veritas.v17i2.313

Zuck, R. B. (2014). Hermeneutik: Basic Bible Interpretation. Gandum Mas.

Diterbitkan

2025-12-30

Cara Mengutip

Saputra, G. P. (2025). Single Meaning, Multiple Context and Referents: Pendekatan Intertekstual terhadap Penggunaan Perjanjian Lama dalam Perjanjian Baru. Student Evangelical Journal Aiming At Theological Interpretation, 2(2), 77–92. https://doi.org/10.69668/sejati.v2i2.156