Pengaruh Pengajaran Pendidikan Agama Kristen dan Spiritualitas Guru Agama Kristen Berdasarkan Titus 2:6-8 Terhadap Pertumbuhan Karakter Kristiani Siswa SMAN 1 Wamena
DOI:
https://doi.org/10.69668/sejati.v1i1.32Keywords:
Christian Religious Education; Spirituality; Character Growth; Titus 2:6-8Abstract
This study is based on observations of high school students in Wamena who tend to mimic behaviors, including those of religious teachers, which may not be appropriate for their age. Researchers suspect this is related to a lack of seriousness in learning. The study aims to prove the relationship between teaching Christian Religious Education based on Titus 2:6-8 and the spirituality of Christian religious teachers with the growth of students' Christian character. This research is quantitative with a descriptive analysis approach. The sample consists of 64 respondents selected using Simple Random Sampling. The results show that the influence of teaching Christian Religious Education based on Titus 2:6-8 on the growth of students' Christian character is high (79.2%), as well as the spirituality of Christian religious teachers (97.5%). Both together have a high influence (94.1%).
References
Abineno. (1995). Gereja dan Ibadah. BPK Gunung Mulia.
B.S Sidjabat. (2011). Mengajar Secara Profesional. Yayasan Kalam Hidup.
Budiman. (2008). Tafsiran Alkitab Surat-surat Pastoral I&II Timotius Dan Titus. BPK Gunung Mulia.
Budiyana, H. (2011). Dasar-Dasar Pendidikan Agama Kristen (S. S. Adi (ed.)). Berita Hidup Seminary.
Candra, R. I. (1997). Pemimpin yang Meraih Kawula Muda. Bina Warga.
Chan, S. (2002). Spiritual Theology. Studi Sistematik Tentang Kehidupan Kristen. Yayasan ANDI.
Charles F. Pfeiffer. (2014). The Wycliffe Bible Comentary, Tafsiran Alkitab Wycliffe (1st ed.). Gandum Mas.
Coles, R. (2000). Menumbuhkan Kecerdasan Moral pada Anak. Gramedia.
Drie S Brotosudarmo. (2018). Pengantar Perjanjian Baru. Penerbit ANDI.
Edlin, R. J. (2014). Hakekt Pendidikan Kristen. BPK Gunung Mulia.
Eka Darmaputera. (2011). Spiritualitas Siap Juang. BPK Gunung Mulia.
Euis karyawati dan Donni juni priansa. (2014). Manajemen Kelas Guru Professional yang Inspiratif. Alfabeta.
Fuad Hassan. (1995). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka.
Gerald Licollins & Edward G. Farrugia. (1996). Kamus Teologia. Kanisius.
Groenen, C. O. (1996). Pengantar Ke Dalam Perjanjian Baru (10th ed.). Kanisius.
Groome, T. H. (2010). Christian Religious Education. BPK Gunung Mulia.
Hasan Sutanto. (2014). Perjanjian Baru Interlinear Yunani-Indonesia dan Konkordansi Perjanjian Baru. Lembaga Alkitab Indonesia.
Homrighausen dan Enklaar I.H. (2014). Pendidikan Agama Kristen. BPK Gunung Mulia.
Intarti. (2016). Peran Guru PAK Sebagai Motivator. Pendidikan Kristen Regula Fidei, 1 no 2, 28–34.
Jeferson Davis Freny Timpal. (2022). Pengaruh Kompetensi Spiritual Pedagogik dan Sosial Guru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Kualitas Belajar Mengajar Siswa. Dunamis: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, VI(2), 7.
Jhon Drane. (2005). Memahami Perjanjian Baru: Pengantar Historis-Teologis. BPK Gunung Mulia.
John. C. Bowling. (2011). Kepemimpinan Penuh Kasih Karunia. Metanoia Publishing.
Junihot Simanjuntak. (2023). Desain Dan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Kristen. ANDI.
Kareasi H. Tambur. (2004). Pedoman Penafsiran Alkitab - Surat-surat Paulus kepada Timotius dan kepada Titus. Yayasan Karunia Bakti Budaya Indonesia.
Kasiatin Widianto. (2015). Introduksi Perjanjian Baru. In Jurnal Teologi. Yayasan Persekutuan Pekabaran Injjil Indonesia.
Lase, D., & Hulu, E. D. (2020). Dimensi Spritualitas dalam Kompetensi Kepribadian Guru Pendidikan Agama Kristen. SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora Dan Kebudayaan, 13(1), 13–25. https://doi.org/10.36588/sundermann.v13i1.24
Makmur Halim. (2000). Gereja di Tengah-Tengah Perubahan Dunia. Gandum Mas.
Mardalis. (2003). Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Bumi Aksara.
Merril C Tenney. (n.d.). Survey Perjanjian Baru. Gandum Mas.
Minggus. (2021). Pembelajaran Kontekstual di Masa Pandemi untuk Mengembangkan Spiritualitas Anak. PASCA : Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 17(1), 82–97. https://doi.org/10.46494/psc.v17i1.126
Minggus, M. (2023). Penerapan Metode Coaching untuk Meningkatkan Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. SESAWI: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 4(2), 144–158. https://doi.org/10.53687/sjtpk.v4i2.128
Rahmiati Tanudjaja. (2002). Anugerah Demi Anugerah Dalam Spiritualitas Kristen Yang Sejati. Veritas, 11(2), 171–182.
Santy Sahartian dan Sentot Sadono. (2020). Paulus Sebagai Teladan Pendidik Kristen Masa Kini. Regula Fidei:Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 5(2), 132–137.
Selamat Karo-Karo. (2020). Hubungan Keteladanan Guru PAK dengan Pertumbuhan Spiritual Siswa. Jurnal Pendidikan Religious, 2(1), 36–46.
Siahaan, C., & Rantung, & A. (2019). Peran Orang tua Sebagai Pendidik dan Pembentuk Karakter Spiritualitas Remaja. Pendidikan Agama Kristen SHANAN, 3(2).
Sugiyono. (2005). Metode Penelitian Administrasi. Alfabeta.
Sugono. (2000). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa Balai Pustaka.
Suharsimi Arikunto. (1993). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Rineka cipta.
Vindi Vionitasari, Simon Subagio. (2022). Karakter Pemuda Dalam Titus 2:6-8 Diimplementasikan Terhadap Praktik Pengalaman Lapangan Mengajar Mahasiswa. Filadelfia: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 2(1), 413–430.
W. Gulo. (2004). Metode Penelitian. Grasindo.
Waharman. (2018). Peran Orang Tua dalam Pertumbuhan Spiritualitas Anak: Studi Eksegesis Efesus 6:1-4. Manna Rafflesia, 4(2). https://doi.org/10.38091/man_raf.v4i2.92
Wesley Brill. (1978). Tafsiran Surat Timotius dan Titus. Kalam Hidup.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 SEJATI (Student Electronic Journal Aiming at Theological Interpretation)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.